Example 325x300
Example floating
Example floating
Kaltim

Tujuh Gempa Bumi Guncang Kalimantan di Awal Tahun 2025

82
×

Tujuh Gempa Bumi Guncang Kalimantan di Awal Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

Dalam tiga pekan pertama Januari 2025, Stasiun Geofisika (Stageof) Kelas III Balikpapan mencatat tujuh gempa bumi terjadi di wilayah Kalimantan.

Sebagian besar aktivitas seismik ini berpusat di Kalimantan Timur (Kaltim), dengan empat kejadian yang tercatat di perairan Berau, Balikpapan, dan Bontang.

Example 300x600

Gempa terbaru dilaporkan pada Senin (20/1) pukul 11.24 WITA, dengan kekuatan 3,3 magnitudo di kedalaman 4 kilometer. Lokasi gempa berada 154 kilometer timur laut Bontang.

Kepala Stageof Balikpapan, Rasmid, menyebut bahwa gempa ini tidak dirasakan masyarakat, tetapi tercatat sebagai gempa keenam di Kalimantan pada Januari.

Pada hari yang sama, gempa lain mengguncang Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara). Dengan kekuatan 5,3 magnitudo, gempa yang terjadi pukul 19.43 WITA ini menjadi gempa ketujuh di Kalimantan.

Lokasinya berada di kedalaman 99 kilometer dan tidak memengaruhi aktivitas warga sekitar. Gempa pertama pada 1 Januari 2025 terjadi di Berau, berkekuatan 2,8 magnitudo dengan kedalaman 20 kilometer.

Kejadian ini disebabkan aktivitas subduksi di utara Sulawesi. Gempa kedua terjadi pada 5 Januari di perairan Selat Makassar, dekat Balikpapan, dengan kekuatan 3,7 magnitudo pada kedalaman 38 kilometer.

Pada 10 Januari, gempa ketiga mengguncang Bulungan, Kaltara, dengan kekuatan 3,5 magnitudo. Getaran ini dirasakan warga Tanjung Selor dengan skala intensitas II-III MMI.

Gempa keempat kembali melanda Berau pada 14 Januari, disusul oleh gempa kelima di Nunukan pada hari yang sama, masing-masing dengan kekuatan 2,6 dan 3,3 magnitudo.

Aktivitas gempa yang sebagian besar hanya tercatat di seismograf ini menunjukkan dinamika tektonik aktif di wilayah Kalimantan, terutama di kawasan yang terpengaruh subduksi di utara Sulawesi.

Meskipun tidak berdampak besar pada masyarakat, aktivitas ini menjadi perhatian untuk mitigasi risiko bencana.