Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik pedas terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang menurutnya kini menyimpang dari identitas awal sebagai partai anak muda.
Ia menyindir keputusan partai tersebut yang dikabarkan akan menunjuk tokoh dari kalangan lebih tua sebagai calon ketua umum.
“PSI ini kan tempat anak-anak muda berkumpul, tempatnya Ade Armando. Tapi isinya orang tua, dan yang akan jadi ketua juga orang tua,” ujar Rocky dalam program Rakyat Bersuara, INews.
Rocky menyinggung bahwa sejak awal, PSI didirikan sebagai wadah politik bagi generasi muda. Ia bahkan mengklaim pernah terlibat dalam fondasi intelektual partai tersebut dengan menulis jurnal pertama berjudul Arah Generasi.
Tulisan itu, kata Rocky, menekankan bahwa PSI seharusnya menjadi partai yang lahir dari semangat generasi muda, bukan justru dikendalikan oleh kepentingan politik atau ekonomi dari generasi sebelumnya.
“Saya tuliskan di situ argumen bahwa PSI harus jadi arah generasi, bukan diarahkan oleh pemodal. Oleh ‘bapaknya’ itu maksudnya,” ujarnya menyindir.
Rocky juga menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang mendorong tokoh-tokoh awal PSI seperti Raja Juli Antoni dan Grace Natalie agar membangun partai dengan dasar ideologis yang kuat.
“Saya yang pertama kali justru mendorong Raja Juli untuk mendukung Grace Natalie memastikan PSI jadi partai ideologis in optima forma,” tegasnya.
Komentar Rocky ini muncul di tengah isu politik hangat tentang arah baru PSI, termasuk kabar kedekatannya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang belakangan disebut-sebut lebih condong ke PSI dibanding Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pergeseran kepemimpinan dan arah politik PSI pun kini menuai sorotan, terutama dari kalangan intelektual yang sejak awal mendukung partai tersebut sebagai rumah perjuangan politik kaum muda.
















