Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Prabowo Dijagokan Peneliti Asing

93
×

Prabowo Dijagokan Peneliti Asing

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto

JAKARTA-Pilpres Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan telah menjadi pusat perhatian berbagai media. Bukan hanya media lokal, bahkan media internasional pun ikut memantau perkembangan ini. Mereka melaporkan tentang berbagai hal, mulai dari peringkat teratas calon presiden yang paling populer hingga dinamika aliansi partai pendukung masing-masing kandidat.

Salah satu media asing yang ikut memberitakan adalah Channel News Asia (CNA) dari Singapura. Baru-baru ini, CNA -sebagaimana dilansir CNBC Indonesia – menyoroti keunggulan Prabowo Subianto dalam beberapa survei calon presiden Republik Indonesia. Selain itu, mereka juga membahas bagaimana Prabowo berhasil mengungguli pesaingnya, seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Example 300x600

CNA juga menerbitkan sebuah artikel opini yang ditulis oleh Liam Gammon, seorang Research Fellow di East Asian Bureau of Economic Research di Australian National University. Menurut Gammon, keberhasilan Prabowo dalam survei mungkin dipengaruhi oleh hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi masih tetap populer dengan tingkat kepuasan sebesar 81,9%, menurut Gammon. Dia berpendapat bahwa tegangnya hubungan antara Ganjar, Anies, dan Jokowi bisa menjadi keuntungan bagi Prabowo. Gammon menjelaskan bahwa Ganjar, yang merupakan anggota partai nasionalis PDIP seperti Jokowi, terbebani oleh hubungannya dengan ketua umum PDIP dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri. Megawati adalah tokoh yang kontroversial dan memiliki hubungan yang tegang dengan Jokowi.

Gammon juga mencatat bahwa Prabowo telah menunjukkan komitmennya terhadap program-program pembangunan yang dicanangkan oleh Jokowi. Prabowo sering terlihat bersama Jokowi, dan foto-foto keduanya bahkan menjadi viral di media sosial. Gammon menyebut bahwa Prabowo telah mendapatkan eksposur media yang positif, yang mencerminkan hubungannya yang akrab dengan presiden yang populer tersebut.

Artikel tersebut juga membahas kebijakan Jokowi terkait hilirisasi industri dan larangan ekspor bahan mentah. “Kebijakan ini sebagai salah satu warisan penting Jokowi selama kepemimpinannya, selain rencana pembangunan ibu kota baru, Nusantara,” bunyi pernyataan Gammon.

Selain itu, Gammon juga meramalkan bahwa Prabowo kemungkinan akan meningkatkan upaya diplomasi internasional jika terpilih sebagai presiden. Menurut Gammon, pengalaman internasional Prabowo jauh melampaui pengalaman Ganjar Pranowo. Namun, Gammon juga mencatat bahwa hal ini memiliki dua sisi, tergantung pada sejauh mana Prabowo akan menerapkan retorika nasionalis yang kontroversial yang pernah muncul dalam pidato politiknya.

Namun, meskipun Prabowo memiliki pengalaman dan popularitas yang tinggi, ada juga hambatan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah masa lalunya yang masih mengundang kontroversi, terkait dengan hubungan keluarga dengan mantan presiden Soeharto, yang dikenal sebagai pemimpin otoriter. Meski begitu, banyak pemilih tidak sepenuhnya merasa khawatir terhadap potensi Prabowo sebagai presiden yang kuat, seperti yang diutarakan oleh Gammon.(faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *