KUTAI KARTANEGARA — Semangat pelestarian budaya terus menggelora di wilayah pesisir Kutai Kartanegara (Kukar). Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 yang digelar di Kuala Samboja pada 3–6 April menjadi bukti kuatnya tradisi dan kebersamaan masyarakat pesisir dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, masyarakat tetap antusias mempersiapkan acara ini secara gotong royong. Hal ini mencerminkan kecintaan mendalam terhadap budaya pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, menyatakan bahwa persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif dengan panitia lokal.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, termasuk dalam pelaksanaan ritual adat seperti malarung dan belimbur, yang menjadi simbol syukur dan harapan masyarakat nelayan.
Lurah Kuala Samboja, Usman, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi ini. “Insya Allah, tradisi ini akan terus berlanjut. Ini adalah warisan budaya yang harus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
Selain ritual adat, pesta rakyat ini juga menghadirkan pertunjukan seni budaya selama tiga malam berturut-turut. Sejumlah musisi nasional, komunitas seni lokal, hingga sanggar tari anak-anak sekolah akan turut meramaikan panggung hiburan.
Pesta Laut Pesisir Nusantara juga mencerminkan keterkaitan erat antara budaya lokal dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Meskipun belum ada keterlibatan langsung dari perwakilan IKN, masyarakat berharap kolaborasi ke depan bisa semakin terjalin.
“Semoga acara ini berjalan lancar dan menarik perhatian masyarakat luas untuk datang dan ikut merayakan,” tutup Usman. (Adv/Dispar Kukar)
















