Halaman Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong, disemarakkan oleh pesona seni tari dari berbagai penjuru Nusantara dalam pagelaran bertajuk “Akar Budaya, Berkreasi Menuju Prestasi” pada Sabtu kemarin.
Acara yang diselenggarakan oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur ini menghadirkan pertunjukan memukau, termasuk Tari Jepen yang menjadi ikon budaya Kutai.
Tak hanya menjadi tontonan visual yang menarik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media edukasi budaya dan wujud nyata pelestarian tradisi. Para mahasiswa ISBI Kaltim tampil membawakan ragam tarian penuh makna, menegaskan bahwa seni merupakan bagian penting dari pembangunan jati diri bangsa.
Kepala Bidang Pembinaan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Antoni Kusbiantoro, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi ISBI Kaltim yang kembali aktif sejak 2014, setelah sebelumnya sempat vakum pada 2012.
“Alhamdulillah, kini ISBI Kaltim kembali menjalankan fungsinya, dan ini menjadi angin segar bagi pengembangan seni dan budaya di daerah,” ujar Antoni.
Ia menilai keberadaan ISBI Kaltim sangat strategis, khususnya dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kukar, terutama di bidang seni tari, kriya, dan bentuk ekspresi budaya lainnya. Dinas Pariwisata Kukar pun menyatakan dukungan penuh terhadap keberlangsungan kegiatan ISBI Kaltim.
Ke depan, pihaknya berharap adanya kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif. Menurut Antoni, sinergi ini penting untuk melahirkan SDM unggul di sektor tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya peran ISBI dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda lebih mencintai budaya Nusantara, terutama yang berasal dari Kukar,” tutupnya. (Adv/Dispar Kukar)
















