Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

OIKN dan Deltares Siap Wujudkan Konsep “Kota Spons” di IKN

103
×

OIKN dan Deltares Siap Wujudkan Konsep “Kota Spons” di IKN

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambaran konsep sponge city.

JAKARTA-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah menjalin kerjasama dengan lembaga riset terkemuka, Deltares, dalam rangka mewujudkan konsep “kota spons” (sponge city) di IKN. Deltares, yang berbasis di Den Haag, Belanda, dikenal sebagai lembaga riset kelas dunia dalam bidang pengelolaan air dan lingkungan.

Pada kunjungannya ke Deltares di Den Haag pada Senin, 9 Oktober 2023, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menjelaskan bahwa konsep kota spons merupakan salah satu prinsip dasar dalam pengembangan wilayah IKN. Konsep ini akan menggabungkan elemen dari kota hutan (forest city) dan kota cerdas (smart city). Implementasi kota spons juga telah dimasukkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Example 300x600

Meskipun konsep kota spons telah ada dalam perencanaan awal IKN, Otorita IKN dan para pemangku kepentingan terkait masih perlu merinci dan mematangkan konsep tersebut dengan bantuan Deltares. Bambang menjelaskan, “Sejak awal, konsep sponge city telah termasuk dalam blueprint IKN. Kami perlu memperkuatnya agar manajemen tata air di Nusantara dapat diatur dengan baik.”

Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa konsep kota spons di IKN bertujuan untuk mengembalikan siklus alami air yang telah terganggu akibat pembangunan. Penerapan konsep ini diharapkan akan memberikan manfaat berupa pemanenan air untuk meningkatkan ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, dan mendukung pelestarian ekologi.

Kota spons di IKN akan diwujudkan melalui berbagai langkah, termasuk pengembangan ruang terbuka hijau dan biru, penerapan atap hijau (green rooftop) dalam desain fasilitas perkotaan, serta penggunaan jalan dan trotoar berpori, bioskedean, dan sistem bioretensi untuk mengatur aliran air hujan.

Respon positif terhadap rencana penerapan kota spons di IKN datang dari Tjitte A. Nauta, Regional Manager Asia and Oceania Deltares, yang menyatakan, “Kami dengan senang hati bersedia membantu dan berkolaborasi dengan tim IKN. Data-data kami tersedia jika diperlukan.”

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Myrna A. Safitri, menjelaskan bahwa konsep kota spons dapat diartikan sebagai “water resilience” (ketahanan terhadap air). Myrna menjelaskan, “Ini memiliki konsep yang sama dengan sponge city, yaitu sebuah kota yang mampu mengelola air dengan baik, menyimpannya, dan mengalirkannya saat diperlukan, sesuai dengan perhitungan yang matang.” (*faz)