Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Kukar Kembangkan Budidaya Ikan Nila, Antisipasi Ketidakpastian Pasokan

67
×

Kukar Kembangkan Budidaya Ikan Nila, Antisipasi Ketidakpastian Pasokan

Sebarkan artikel ini

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai mengembangkan budidaya ikan sebagai langkah strategis dalam menghadapi ketidakpastian pasokan ikan tangkapan yang berpotensi memicu inflasi.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya fokus pada budidaya ikan nila dalam keramba guna memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil bagi masyarakat.

Example 300x600

“Kita dorong budidaya ikan dalam keramba. Komoditasnya adalah ikan nila,” ujar Muslik.

Selama ini, pasokan ikan masih bergantung pada hasil tangkapan dari laut dan perairan umum, yang kerap mengalami kendala saat cuaca buruk atau perubahan lingkungan perairan. Akibatnya, distribusi ikan menurun tajam, sehingga harga mengalami kenaikan yang berkontribusi pada inflasi sektor pangan.

Menurut Muslik, budidaya ikan nila bukan hanya solusi jangka pendek untuk mengatasi fluktuasi harga, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Ikan nila dipilih karena memiliki siklus produksi yang lebih terkendali dengan permintaan pasar yang relatif tinggi. Dibandingkan ikan layang dan tongkol yang harganya sering melonjak akibat keterbatasan hasil tangkapan, ikan nila budidaya dinilai lebih stabil dari segi pasokan maupun harga.

Beberapa wilayah di Kukar, seperti Loa Kulu, Loa Janan, dan Tenggarong, memiliki potensi besar untuk pengembangan keramba ikan nila. Selain faktor geografis yang mendukung, daerah-daerah ini juga memiliki akses pasar yang luas.

“Pasarnya luas. Selain untuk konsumsi lokal, ikan nila dari Kukar juga bisa dipasarkan ke Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangatta, hingga Kutai Barat,” tambah Muslik.

Selain meningkatkan produksi, DKP Kukar juga berupaya menjaga stabilitas harga ikan di tingkat konsumen. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggelar pasar murah, yang mempertemukan langsung pembudidaya ikan dengan pembeli.

“Kami turut serta dalam kegiatan pasar murah dengan memasarkan ikan-ikan dengan harga terjangkau,” ungkap Muslik.

Upaya ini dinilai efektif dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama saat harga ikan tangkapan melonjak akibat keterbatasan pasokan. (Adv/Diskominfo Kukar)