Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarKaltimKutai Kartanegara

Gedung Ekonomi Kreatif Kukar Rampung 2025, Siap Jadi Pusat Seni dan Inovasi Lokal

62
×

Gedung Ekonomi Kreatif Kukar Rampung 2025, Siap Jadi Pusat Seni dan Inovasi Lokal

Sebarkan artikel ini

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Tenggarong, yang kini telah memasuki tahap akhir penyempurnaan.

Gedung ini dirancang sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan industri kreatif yang memfasilitasi seniman lokal, pelaku UMKM, hingga komunitas digital. Meski struktur utama telah rampung, kendala aksesibilitas masih menjadi tantangan utama sebelum gedung dapat difungsikan secara penuh.

Example 300x600

“Struktur utama gedung sudah selesai. Tapi akses jalannya masih jadi tantangan. Dalam rapat terakhir bersama Dinas Pekerjaan Umum, disepakati bahwa penyelesaian jalan penghubung akan difokuskan tahun ini, sehingga gedung baru bisa digunakan sepenuhnya pada 2026,” ujar Zikri Umulda, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Selasa (29/4/2025).

Gedung Ekraf tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga akan menjadi pusat kolaborasi yang menghadirkan ruang produksi, galeri pamer, serta fasilitas pemasaran produk kreatif.

“Kami ingin gedung ini menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru berbasis kreativitas lokal. Ini bukan hanya soal seni, tapi juga teknologi, inovasi, dan peluang kerja bagi generasi muda,” tambah Zikri.

Untuk memastikan pengelolaan yang profesional dan bersih, Dispar Kukar telah menyiapkan sistem manajemen transparan tanpa campur tangan organisasi masyarakat atau oknum yang berpotensi menimbulkan praktik pungli. Model pengelolaan ini mengacu pada keberhasilan pengelolaan kawasan publik Simpang Odah Etam.

Dispar Kukar juga berencana menghidupkan gedung ini dengan jadwal pertunjukan yang berlangsung sepanjang pekan, bukan hanya di akhir pekan. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan seni yang aktif serta membuka ruang tampil yang lebih luas bagi pelaku seni lokal.

Lebih jauh, Gedung Ekraf akan terintegrasi dengan kawasan kuliner Pujasera, sebagai bagian dari pengembangan pusat kota berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Kami tidak ingin gedung ini hanya menjadi bangunan megah tanpa jiwa. Kami membangun ekosistemnya—dari panggung hingga pelakunya. Gedung Ekraf harus jadi simbol semangat baru bagi generasi kreatif Kukar,” pungkas Zikri. (Adv/Dispar Kukar)