Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarKaltimKutai Kartanegara

Embung Maluhu Bersiap Jadi Ruang Publik Hijau dan Wisata Edukasi di Kukar

61
×

Embung Maluhu Bersiap Jadi Ruang Publik Hijau dan Wisata Edukasi di Kukar

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Embung Maluhu di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bersiap menyambut wajah barunya sebagai kawasan hijau multifungsi. Dari yang awalnya sekadar penampung air irigasi, embung seluas delapan hektare ini tengah direvitalisasi untuk menjadi ruang publik yang menggabungkan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, hingga pertanian.

Dengan dukungan anggaran Rp3 miliar dari pemerintah daerah, proyek ini tidak hanya menargetkan penguatan fungsi teknis seperti pengendalian banjir dan penyediaan air pertanian, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau yang nyaman, alami, dan dapat diakses keluarga.

Example 300x600

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa gagasan ini berangkat dari aspirasi warga yang melihat potensi embung sebagai pusat interaksi sosial dan pembelajaran.

“Kami sadar, embung ini bisa jadi pusat interaksi sosial. Lokasinya strategis, lanskapnya indah, dan fungsinya bisa dikembangkan untuk pertanian, wisata air, hingga edukasi lingkungan,” ujar Joko, Kamis (24/4/2025).

Saat ini, proses pembangunan fokus pada penguatan infrastruktur dasar, seperti turap pinggir embung, jembatan penghubung, dan akses jalan. Ke depan, kawasan ini akan dilengkapi dengan jalur jogging, area berkemah, spot memancing, dan fasilitas publik lainnya yang bersinergi dengan fungsi konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu rencana yang menonjol adalah pelepasan benih ikan air tawar ke dalam embung, yang selain memperkuat ekosistem perairan juga menjadi daya tarik rekreasi berbasis perikanan.

Tak hanya membangun fisik, proyek revitalisasi ini mengusung pendekatan komunitas. Pemerintah kelurahan menggagas pembangunan balai masyarakat di sekitar embung. Balai ini dirancang sebagai ruang terbuka serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan pertanian, diskusi komunitas, hingga kelas lapangan bagi pelajar.

“Kami ingin embung ini tidak hanya jadi tempat warga bersantai tapi juga pusat pembelajaran dan penguatan kapasitas masyarakat,” jelas Joko. “Dari bertani, memancing, hingga memahami ekosistem air dan lingkungan.”

Letaknya yang hanya beberapa menit dari pusat Kota Tenggarong memberi keunggulan tersendiri bagi Embung Maluhu. Lanskap hijau, udara sejuk, dan suasana yang tenang menjadikannya kandidat kuat sebagai ikon wisata berbasis alam dan edukasi di tingkat desa.

Menurut Joko, yang terpenting dari semua ini adalah keterlibatan aktif masyarakat. Kelurahan terus mengajak warga untuk terlibat dalam menjaga kawasan ini lewat gotong royong, komunitas pemancing, hingga pengelolaan berbasis swadaya.

“Embung ini milik bersama. Kalau kita jaga dan rawat bersama, manfaatnya tidak hanya dirasakan sekarang tapi menjadi warisan berharga untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (Adv/Dispar Kukar)