Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Efisiensi Anggaran 2025, Sekda Kukar Pastikan Proyek Penting Tetap Berjalan

85
×

Efisiensi Anggaran 2025, Sekda Kukar Pastikan Proyek Penting Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini

Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengatur langkah efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN serta APBD untuk Tahun Anggaran 2025.

Dalam kebijakan ini, target penghematan anggaran yang ditetapkan mencapai Rp306,69 triliun. Pemangkasan tersebut meliputi pengurangan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp256,1 triliun dan pengurangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp50,59 triliun.

Example 300x600

Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, mengungkapkan bahwa Pemkab Kukar telah menindaklanjuti kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

Sebelumnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah beberapa kali melakukan pertemuan bersama Bupati Edi Damansyah untuk memastikan implementasi efisiensi berjalan sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Bupati sudah meminta laporan terkait efisiensi anggaran yang harus sesuai dengan arahan Kemendagri dan Kemenkeu,” ujar Sunggono

Sunggono menegaskan bahwa langkah efisiensi yang diambil sudah mencakup pemangkasan belanja yang tidak terlalu prioritas, seperti belanja infrastruktur yang dapat ditunda.

Namun, beberapa proyek yang memiliki urgensi tinggi tetap akan dilanjutkan sesuai rencana, di antaranya proyek lanjutan pembangunan Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Tenggarong, yang diharapkan selesai pada tahun ini.

Selain itu, proyek revitalisasi Pasar Tangga Arung, pembangunan Jembatan Sebulu, dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung layanan kesehatan juga tetap dijalankan.

Sunggono menambahkan bahwa proyek-proyek besar yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.

Selain itu, Sunggono juga mengungkapkan bahwa beberapa komponen lain, seperti perjalanan dinas dan pengeluaran bahan cetak, juga akan mengalami pemangkasan sebesar 60 persen sesuai dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa belanja daerah tetap efisien namun tetap dapat mendukung proyek-proyek yang sudah direncanakan.