Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarKaltimKutai Kartanegara

Desa Pela Wakili Indonesia dalam Ajang BTV 2025

91
×

Desa Pela Wakili Indonesia dalam Ajang BTV 2025

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil masuk sebagai salah satu dari tiga desa wisata di Indonesia yang mengikuti penilaian program Best Tourism Village (BTV) 2025.

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk menjaring desa wisata terbaik di tingkat internasional.

Example 300x600

Selain Desa Pela, dua desa lain yang turut mewakili Indonesia dalam ajang ini adalah Desa Taro di Bali dan Desa Bile Bante dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berfokus memenuhi berbagai persyaratan dari tim penilai BTV agar bisa menjadi nominasi desa wisata terbaik dunia.

“Kompetisinya cukup berat karena kita bersaing dengan desa-desa wisata dari berbagai negara,” ungkap Alimin, Minggu (20/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa proses penilaian telah dilakukan pada 22–26 Februari 2025, dengan melibatkan juri dari Malaysia. Penilaian mencakup aspek pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, kelengkapan dokumen pendukung, dan kesiapan infrastruktur.

Salah satu catatan penting yang diterima Desa Pela adalah perlunya perluasan area parkir sebagai antisipasi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Karena akses ke Desa Pela harus melalui Sungai Mahakam dengan perahu, kendaraan pengunjung biasanya ditinggal di titik penyeberangan. Maka dari itu, lahan parkir menjadi perhatian,” tambahnya.

Alimin berharap, keikutsertaan Desa Pela dalam ajang internasional ini dapat membawa nama Indonesia di kancah global, sekaligus memperkuat komitmen masyarakat dalam membangun sektor pariwisata secara bertahap.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, melalui Kabid Pengelolaan Pariwisata, M. Ridha Fatrianta, menyampaikan bahwa pihaknya turut mendampingi proses penilaian oleh tim juri internasional sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan wisata desa.

“Jika Desa Pela lolos penilaian BTV, maka akan mendapat tindak lanjut berupa program pembinaan dari UNWTO, organisasi pariwisata dunia di bawah naungan PBB,” jelas Ridha.

Ia pun memberikan apresiasi kepada pengelola wisata Desa Pela atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam memajukan pariwisata lokal. (Adv/Dispar Kukar)