Pemerintah Desa Loa Raya, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai lokasi pengembangan peternakan ayam skala desa. Proyek strategis ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan investor asing dari Malaysia.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi desa dengan membuka sektor usaha baru yang berkelanjutan.
“Peternakan ini akan kami jadikan motor baru ekonomi desa. Tidak hanya pertanian, tapi juga peternakan akan kami kembangkan,” jelas Martin, Senin (28/4/2025).
Dalam skema kerja sama ini, pihak investor akan menangani aspek teknis pembangunan dan produksi, sementara BUMDes berperan sebagai pengelola operasional sekaligus penghubung dengan masyarakat lokal. Pemerintah desa berharap masyarakat bisa terlibat aktif dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dan pengelolaan.
“Kami ingin masyarakat jadi pelaku, bukan hanya penonton,” tegas Martin.
Martin menambahkan bahwa pemanfaatan lahan eks tambang merupakan wujud tanggung jawab ekologis sekaligus upaya memaksimalkan potensi wilayah yang selama ini tidak produktif.
“Eks tambang bisa disulap jadi sumber penghidupan. Ini juga bentuk tanggung jawab ekologis,” imbuhnya.
Pembangunan tahap awal proyek ini dijadwalkan akan dimulai setelah perayaan Idulfitri, yang mencakup pembangunan kandang ayam, fasilitas produksi, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Peternakan ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi desa dan memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Kami optimis program ini bisa memperluas sumber pendapatan dan memperkuat BUMDes,” tutup Martin.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, Desa Loa Raya menunjukkan contoh nyata bagaimana daerah dapat berinovasi memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Diskominfo Kukar)
















