Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen besar untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Anggaran sebesar Rp48,8 triliun telah dialokasikan hingga tahun 2029 guna mewujudkan pemindahan pusat pemerintahan ke IKN yang ditargetkan rampung pada 2028.
“Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan dan menegaskan sudah di-approve anggaran untuk kelanjutan pembangunan IKN itu Rp48,8 triliun untuk lima tahun ke depan,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/1).
Namun, di tengah perjalanan, pembangunan fisik IKN disebut masih terbatas meski beberapa proyek telah memasuki tahap groundbreaking.
Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo menginstruksikan peninjauan ulang desain IKN untuk memastikan proyek tersebut sesuai dengan visi dan arah kebijakan pemerintahannya.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), John Wempi Wetipo, menjelaskan bahwa revisi desain ini mungkin mencerminkan perbedaan selera atau prioritas yang dianut oleh Presiden Prabowo dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan tidak ada rencana menghentikan proyek-proyek infrastruktur strategis yang telah berjalan sejak era Presiden Joko Widodo.
Ia menekankan bahwa kesinambungan pembangunan menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik. Sebagai bagian dari langkah efisiensi, pemerintah berhasil memangkas anggaran perjalanan dinas hingga Rp20 triliun.
Efisiensi ini diharapkan dapat mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan IKN Nusantara.
Dengan strategi yang lebih terarah, pemerintahan Presiden Prabowo terus berupaya merealisasikan cita-cita nasional melalui evaluasi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, demi menjadikan IKN sebagai simbol kemajuan Indonesia di masa depan.
















