Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Apel Siaga Perubahan tanpa Ketegasan

98
×

Apel Siaga Perubahan tanpa Ketegasan

Sebarkan artikel ini
Surya Paloh berbicara dalam Apel Siaga Perubahan (foto: Instagram/Nasdem)
Surya Paloh berbicara dalam Apel Siaga Perubahan (foto: Instagram/Nasdem)

JAKARTA—Ratusan ribu kader Partai Nasdem menghadiri Apel Siaga Perubahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (16/7/2023) namun acara tersebut mendapat kritikan karena hanya berfokus pada pidato tanpa menyentuh harapan publik.

Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, menyatakan bahwa hampir tidak ada kejelasan mengenai tiga hal yang saat ini ditanyakan oleh publik.

Example 300x600

Pertama, Ray menyoroti makna kata “perubahan” dalam kampanye koalisi perubahan. Tidak ada penjelasan mengenai apa, di mana, dan bagaimana perubahan tersebut akan dilakukan.

“Dalam pidato Anies maupun pidato Surya Paloh, tidak ada penjelasan yang memadai. Anies hanya menyebutkan bahwa ia telah menyampaikan pokok-pokok pikiran perubahan di berbagai tempat. Oleh karena itu, Anies merasa tidak perlu lagi menyebutkannya. Anies hanya memberikan pidato singkat dan mengucapkan doa,” ujar Ray seperti dikutip dari RMOL.

Substansi kedua yang tidak terjawab adalah apakah Partai Nasdem akan tetap berada dalam koalisi pemerintahan Jokowi ataukah berada di oposisi.

Menurut Ray, pernyataan tersebut perlu untuk mempertegas garis politik yang dipilih, yaitu perubahan. Namun, ketegasan ini juga tidak terlihat sampai akhir pidato Surya Paloh.

“Meskipun Surya Paloh memberikan gambaran tentang revolusi mental sebagai titik temu dengan Pak Jokowi, namun ketika sampai pada pengakuan bahwa revolusi tersebut tidak seperti yang diharapkan, tiba-tiba pidato Surya Paloh beralih ke topik lain,” jelas Ray.

Catatan ketiga yang disampaikan oleh Ray adalah tidak adanya pengumuman mengenai siapa yang akan mendampingi Anies sebagai calon wakil presiden. Ray mengamati bahwa tidak hanya pengumuman tersebut yang tidak disampaikan, namun juga tidak ada ciri khusus yang dapat digambarkan untuk mengidentifikasi calon tersebut, baik bagi pendukung maupun publik.Menurut pandangan Ray, ketiga substansi tersebut adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh publik, namun sayangnya tidak ada satupun yang disentuh. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kedua pidato yang sangat dinantikan tersebut dianggap kurang memuaskan.(fim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *