Example 325x300
Example floating
Example floating
FootballSport

Dosa Besar Ancelotti buat Real Kalah di Derbi Madrid

84
×

Dosa Besar Ancelotti buat Real Kalah di Derbi Madrid

Sebarkan artikel ini

MADRID-Carlo Ancelotti mengalami salah satu hari terburuknya sebagai entrenador Real Madrid dengan mengatur sistem yang membingungkan sehingga membuat timnya dibantai 1-3 oleh Atletico Madrid.

Dalam derbi Madrid di Civitas Metropolitano yang penuh gengsi tersebut, Carlo Ancelotti tiba-tiba memilih untuk memulai dengan lima gelandang sentral dalam formasi 4-4-2 diamond. Format 4-4-2 diamond memang digunakan Don Carlo – sebutan Carlo Ancelotti – untuk mengganti ketiadaan Karim Benzema yang telah pindah ke Saudi Pro League.

Example 300x600

Namun yang berbeda kemarin adalah di posisi striker. Don Carlo memasang Rodrygo dan Jude Bellingham. Padahal pada kemenangan Real Madrid 1-0 atas Union Berlin di fase grup Liga Champions pertengahan lalu, Bellingham bermain sebagai gelandang yang membantu serangan. Sementara di depan Rodrygo berpasangan dengan Joselu.

Akhirnya, sistem berjalan mandek dan para pemain yang kebingungan sudah terlihat dari awal ketika Atletico melakukan serangan balik cepat melalui sayap kiri. Winger Samuel Lino seolah diberikan waktu untuk memikirkan sudut-sudut yang diperlukan, melihat ke ruang terbuka yang tersedia, dan mengirimkan umpan silang yang sempurna untuk dieksekusi striker Alvaro Morata.

Hasilnya, dua gol dari Alvaro Morata dan satu dari Antoine Griezmann cukup untuk mengalahkan juara bertahan LALIGA tersebut. Perubahan akhirnya datang di akhir pertandingan, Don Carlo kembali ke 4-4-2 diamond. Tetapi kesalahan-kesalahan yang dibuat Toni Kross dkk sudah membuat kerusakan besar.

Setelah pertandingan, Don Carlo tetap menyalahkan dirinya sendiri, namun ia mengakui bahwa para pemain belakangnya tidak cukup untuk menghentikan Atletico.. “Formasi tidak berubah, kami keluar dengan formasi diamond, seperti biasanya. Tetapi kami tidak memulai dengan baik, kami tidak bertahan dengan baik. Dan ketika mereka unggul 2-0, mereka sudah memainkan permainan yang mereka inginkan,” ujarnya.

Menurut pelatih asal Italia itu, konsentrasi yang pecah dari para pemain adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya. Itu terlihat dari seringkalinya lawan unggul terlebih dahulu melawan kami dan hanya dalam beberapa kasus kami bisa bangkit. “ [Tiga gol itu] adalah salinan dari serangan-serangan yang dilancarkan melawan bek tengah yang tidak berada dalam posisi yang tepat di area itu,” pungkasnya.(faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *